Pages

Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motivasi. Tampilkan semua postingan

Hati 7 Samudra



Ujian yang diberikan Allah terkadang sama, yang berbeda adalah bagaimana hati kita menyikapinya, sehingga berat dan ringannya terasa berbeda.
Sesendok garam tetaplah sesendok garam. Tetapi sesendok garam yang masuk ke segelas air menjadikan air itu getir rasanya, beda dengan saat masuk ke telaga, sedikit pun ia tak merubah rasa.
Kalau garam itu perlambang ujian dan musibah dari Allah, maka yang mana hati kita???
Air yang didalam gelas ataukah air dalam telaga? Kita semua berharap pada Allah agar dikaruniai hati seorang Mukmin. Hati yang bukan hanya berwujud telaga tapi berupa 7 samudra yang tawar rasanya. 

Goresan Pensil



Si anak lelaki memandangi neneknya yang sedang menulis surat dan bertanya,

“Apakah Nenek sedang menulis cerita tentang kegiatan kita? Apakah cerita itu tentang aku?”
Sang nenek berhenti menulis surat dan berkata kepada cucunya,
“Nenek memang sedang menulis tentang dirimu, sebenarnya tetapi ada yang lebih penting daripada kata-kata yang sedang Nenek tulis, yakni pensil yang Nenek gunakan. Mudah-mudahan kau menjadi seperti pensil ini, kalau kau sudah dewasa nanti.”
Si anak lelaki merasa heran, diamat-amatinya pensil itu. Kelihatannya biasa saja.
“Tapi pensil itu sama saja dengan pensil-pensil lain yang pernah kulihat!”
“Itu tergantung bagaimana kau memandang segala sesuatunya. Ada lima pokok penting dan kalau kau berhasil menerapkannya, kau akan senantiasa merasa damai dalam menjalani kehidupanmu.
Pertama, Kau sanggup melakukan hal-hal besar, tetapi jangan pernah lupa ada tangan yang membimbing setiap langkahmu. Kita menyebutnya tangan TUHAN dan Dia selalu membimbing kita sesuai dengan kehendak-Nya.
Kedua : Sesekali Nenek mesti berhenti menulis dan meraut pensil ini. Pensil ini akan merasa sakit sedikit, tetapi sesudahnya dia menjadi lebih tajam. Begitu pula denganmu, kau harus belajar menanggung beberapa penderitaan dan kesedihan, sebab penderitaan dan kesedihan akan menjadikanmu orang yang lebih baik.
Ketiga : Pensil ini tidak keberatan kalau kita menggunakan penghapus untuk menghapus kesalahan-kesalahan yang kita buat. Ini berarti, tidak apa-apa kalau kita memperbaiki sesuatu yang pernah kita lakukan. Kita tetap berada di jalan yang benar untuk menuju keadilan.
Keempat : Yang paling penting pada sebatang pensil bukanlah bagian luarnya yang dari kayu, melainkan bahan grafit di dalamnya. Jadi, perhatikan selalu apa yang sedang berlangsung di dalam dirimu.
“Dan akhirnya, yang kelima : pensil ini selalu meninggalkan bekas. Begitu pula apa yang kau lakukan. Kau harus tahu bahwa segala sesuatu yang kau lakukan dalam hidupmu akan meninggalkan bekas, maka berusahalah untuk menyadari hal tersebut dalam setiap tindakanmu.
Mendengarkan penjelasan dari sang nenek, si anak lelaki hanya berdiam dan mengamininya. 

¤Buat Calon Suami¤


Pernikahan atau
perkawinan menyikap takbir

rahasia....

Istri yg kamu nikahi 

Tidaklah smulia khadijah,

Tidaklah setaqwa Aisyah,

Pun tidak setabah Fatimah
Justru istri hanylah wanita akhir zaman yg punya cita-cita menjdi sh0lehah


Pernikahan atau

perkawinan mengajarka kita

kewajiban bersama
Istri menjdi tanah
kamu jdi langit penaungannya,
Istri ladang tanaman kamu pagarnya,

Istri kiasan ternakan kamu gembalanya,

Istri adalah murid kamu mursyid,

Istri bagaikn anak kecil kamu tmpat bermanjanya,

Saat istri jadi madu kamu teguklah sepuasnya,
Ketika istri jadi racun kamulah penawar bisanya
Seandainya istri tulang yang bengkok 
Berhati hatilah meluruskannya.... 


Pernikahan atau

perkawinan menginsafkan kita perlunya iman dan taqwa...

Untk belajar meniti sabar dan ridho
karna memiliki istri yang tak sehebat mana,
Justru kamu akan tersentak dari alpha kamu bukanlah Muhammad Rosulullah atau Isa AS pun Ali karamallahu wajah ,cuman suami akhir zaman yg berusaha menjdi sholeh.

Ketika Yang Disukai Tak Bisa Dimiliki::



Betapa kecewanya hati.
Ketika orang yang kita sukai.
Pada akhirnya tak bisa memiliki.


Akan lebih kecewa lagi.
Ketika orang yang telah kita miliki.
Tanpa alasan yang pasti dia memilih pergi.

Jangan karena hal itu maka menjadikan diri kita terlalu larut dalam kesedihan.
Dan menjadikan diri kita terus tenggelam dalam Kekecewaan yang teramat sangat.

Ketika kita harus kehilangan seseorang yang kita sayangi.
Tak perlu kita terlalu meratapi kepergiannya.
Tak perlu kita terlalu menangisi kepergiannya.
Tak perlu kita terlalu membuang air mata.
Tak perlu kita sampai putus asa dibuatnya.

Karena sesungguhnya..

Dia pergi akan ada yang menggantikan.
Dia pergi akan ada yang lebih baik lagi.
Dia pergi akan menguatkan hati.
Dia pergi akan melatih kita bangkit kembali.

Kepergiannya bukanlah akhir dari segalanya.
Di depan sana masih terbentang luas.
Untuk kita raih dengan sebuah harapan.
Yakinlah suatu hari nanti Allah akan memberi ganti yang lebih baik..

Orang Bijak Berkata:

"Kebahagiaan itu bukan karena DENGAN SIAPA kita hidup. Akan tetapi karena bagaimana kita MENJALANI & MENERIMA hidup dengan tulus dan ikhlas."

Itulah kebahagiaan yang sebenar-benarnya.